Kalau kanker, tidak ada kata menunggu, sabar, dan takdir

Sel normal (A) saat rusak atau tua mati, tapi sel kanker yg error (B) mala membelah diri dan maju

Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah (Al-Hajj / QS. 22:70)

Sebagai seseorang WNA, saya sadar bahwa kesabaraan termasuk dalam sifat-sifat utama orang Indonesia (memang saya tinggal di Jakarta/Jawa tapi pernah juga ke pulau2  lain, orang tetap sabar).

Nah, kali ini — dalam hal ini yg namanya kanker — apa kita tetap mesti sabar?  Apa ini hanya saat sabar — dan menyadari bawah Allah mengetahui segala sesuatau yang ada di langit dan bumi –atau saat bergerak, bantu, tanya, barang kali pindah rumah.

(RS Dharmais juga menerima yg miskin/kurang mampu seperti mertua saya, namanya Pak Fadil (foto dibawa) lagi sakit kanker lidah stadium lanjut).

Kenapa mesti cepat di obatin kanker? Karena kanker meruakan eror dalam sel-sel tubuh. Dari satu sel eror, mejadi banyak. Dari Wikipedia saya pinja: “Kecacatan sel, sebagai penyebab kanker, biasanya bisa memperkuat dirinya sendiri (self-amplifying), pada akhirnya akan berlipat ganda secara eksponensial.”

Itu kuncinya. Eksponensial. Kalau orang memperkuat dirinya sendiri maka satu laki-laki dan satu perempuan menjadi 3 orang (atau empat kalau kembar). Tapi kalau sel kanker, 1 sel kanker menjadi 1,000,000,000 (satu miliar) sel kanker dalam berberapa minggu (tergantung tipe kankernya).

Makanya, kalau pasien masih sehat atau masih mudah, harap kita menolak kata2 pihak rumah sakit yang berbau sabar dan takdir. Kalau penyakit lain, yg bukan kanker, tidak ada maslah. Mala masuk akal tunggu duluh. Tetapi kanker beda. Kanker tidak pakai kata tunggu,  sabar atau sopan.

Ini saya juga pinjam dari Wikipedia: “Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya.”

This slideshow requires JavaScript.