Kesulitannya urus kartu Gakin, Jamkesmas, dll

 

Tergantung wilayah kita tinggal, kadang2 gampang dan kadang2 sulit mengurus surat/kartu jaminan social seperti Gakin, Jamkesmas, Jamkesda, SKTM , dll.

Di RS Fatmawati kemarin saya lihat Hati Hati Calo! Makanya kadang2 sulit juga. Sesuai dng laporan ini dari Komas di “jual” Jamkesda harga Rp 2 juta per orang di Jakarata.   Photo dari www.indohospital.wordpress.com

Tapi seperti saran stiker saya lihat kemarin juga: coba aja duluh dan tidak usah kaget kalu lumayan gampang urus semua surat yg terwajib.

Kalau masalah dgn RT, RW, kelurahan, Puskesmas, siapa yg bisa bantu? Pasti orang lokal daerah situ.

Kalau dokumen sudah lengkap tapi di tolak sama rumah sakit, baru siap cari bantuan dari pihak rumah sakit (mengeluh), dari pihak ke3 (seperti lembaga bantuan hukum), atau barang kali dari keluarga pasien lain yg telah di obatin di RS target pakai surat/kartu jaminal social target.

Tentu tidak boleh malu minta bantuan dari pasien lain. Kalau di RS Dharmais, RSCM, dan RS Fatmawati,  pasien2 lain biasanya langsung setujuh ngsharing informasi ttng status asuransi/jaminan.

Pas kemarin istri saya mendekati ibu yg membantu saudara dia. Menurut isteri saya ibunya di panggil “Chi” karena turunan Tionghoa. 

Isteri saya: “Pakai apa Chi?”

Ibu itu: “Pakai SKTM neng.”

Isteri saya: “Sama. Jual apa Chi?”

Ibu itu: “Kalau kita, mas, Neng.”

Nah, sebagai WNA cerita lucu. Tapi tidak pantas dari sini kita langsung menyimpulkan bahwa ibu itu penipu. Cukup banyak orang Tionghoa yg miskin di tanah air.  Dan pasti banyak juga yg bergerak dalam bidang perhiasan. Seperti saya pernah ngblog, keluarga manapun cepat jadi miskin kalau ada salah satu pihak keluarga sakit kanker.

Pokoknya, siapapun pasti senang pakai kartu Gakin (miskin) atau SKTM (kurang mampu). Sementara itu lewat calo orang kaya bisa jadi miskin.

Apa RT, RW dan Puskesmas sampai nilai Dinas Kesehatan dan rumah sakit manapun  sudah siap untuk  pergumulan yg pasti datang gara2 terlalu banyak orang saingan untuk kamar2 RSCM, Dharmais, dll?

No way: pasti tidak.